Rabu, 02 April 2014

Sebagai Generasi Muda Kita Harus Melakukan Gebrakan!

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir

Banjir yang terjadi di Jakarta, Bandung, ataupun daerah sekitar wilayah indonesia sebagian besar disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi. Namun demikian, ulah manusia yang membuang sampah di sungai, menebang pohon sehingga hutan menjadi gundul juga memjadi penyebab terjadinya banjir. Sampah yang di buang ke sungai, lama-kelamaan akan menumpuk dan apabila hujan datang air sungai akan meluap karena alirannya terhambat oleh tumpukan sampah yang sangat banyak dan mengakibatkan banjir.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Membuang sampah pada tempatnya.



2. Membersihkan, selokan atau parit dekat rumah dari sampah sehingga aliran air menjadi lancar.
 

3. Melakukan penghijauan di hutan-hutan yang gundul (reboisasi).
4. Saling mengingatkan antar sesama untuk lebih menghargai lingkungan

VIDEO BY THIS BLOG
lets watching guys! 

u

Article by Nur Azizah Ferawati
Dipostkan oleh Nur Azizah Ferawati

Tindakan Setelah Terjadi Banjir


Beberapa tindakan yang dapat dilakukan sobat setelah banjir antara lain :

1.  Memberi bantuan barang barang yang berguna bagi orang orang yang kehilangan tempat tinggalnya.
2.   Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah.
3.   Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali.
4.  Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL).
5.  Pemberian bantuan yang meliputi kesehatan lingkungan, dan pemberantasan penyakit, pelayanan  kesehatan serta distribusi logistik kesehatan dan bahan makanan.
6.  Menjaga agar sistem pembuangan limbah dan air kotor agar tetap
bekerjapada saat terjadi banjir.
7.   Menjauhi kabel atau instalasi listrik lainnya.
8.  Menghindari memasuki wilayah yang rusak kecuali dinyatakan aman misal bangunan yang rusak atau pohon yang miring.
9.   Memeriksa dan menolong diri sendiri kemudian menolong orang di dekat kamu yang  memerlukan bantuan.
10.  Mencari anggota keluarga.
11.  Jika keadaan sudah aman, masuk rumah dengan hati-hati, jangan menyalakan listrik kecuali telah dinyatakan aman.
12.  Membersihkan lumpur
13. Periksa persediaan makanan dan air minum. Jangan minum air dari sumur terbuka karena sudah terkontaminasi. Makanan yang telah terkena air banjir harus dibuang karena tidak baik untuk kesehatan.
Dalam siklus hidrologi kita juga dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN BILA BANJIR TIBATIBA DATANG?


Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam rumah)
1.    Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Dan jangan mudah terpancing isu.Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
2.     Siap sedialah dengan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana. Jangan keluar dari    rumah kecuali telah dipastikan bahwa perlengkapan ini anda bawa.
3.     Perhatikan jalur evakuasi & tempat pengungsian yang telah dibuat oleh keluarga anda.
4.     Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba dilokasi pada saat bencana.
5.     Jika diarahkan oleh POSKO dan/atau RT/RW untuk keluar dan mengungsi, segera lakukan!



Saat Banjir Tiba (Ketika berada di luar rumah)

1.     Pergilah ke tempat yang tinggi dan aman.
2.     Hindari melalui kawasan banjir, arus yang deras dapat menghanyutkan Anda dan keluarga Anda.
3.     Jangan berjalan-jalan/melihat-lihat/berenang-renang di kawasan banjir, baik dengan rakit maupun berjalan     kaki, berbahaya!
4.     Jangan sampai menyentuh kabel-kabel yang jatuh atau Jangan menyentuh tiang listrik.
5.     Awasi anak-anak, jangan biarkan mereka bermain-main di saluran air, sungai atau kawasan banjir dan arus deras lainnya.
6.     Jangan minum dan memasak dengan air banjir.

Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam kendaraan)
1.     Terus pantau pengumuman dan berita dari radio.
2.     Jangan terus mengarungi/melalui kawasan banjir, segeralah berbalik arah.
3.     Jika kendaraan Anda terhenti (mogok atau terjebak dalam kemacetan), segera kunci kendaraan Anda dan tinggalkanlah.
4.     Segeralah pergi ke tempat yang aman. Nyawa Anda jauh lebih berharga.


article by Dwi Sastia Laila     

dipostkan oleh Dwi Sastia Laila